Rahasia Mencegah Diabetes Melitus, Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan

Mencegah Diabetes Melitus

Rahasia Mencegah Diabetes Melitus, Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan Usaha pencegahan diabetes melitus penting untuk dilaksanakan. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan beresiko menimbulkan keadaan sulit kesehatan serius bila tidak langsung ditangani. Diabetes ditandai dengan adanya kenaikan gula dan kerap dihubungkan dengan keturunan serta obesitas.

Mencegah Diabetes Melitus

Mencegahnya dapat dilakukan sedini mungkin dengan mengamati pola makan dan gaya hidup yang kerap kali dikaitkan sebagai salah satu faktor penyebab diabetes melitus. Pencegahan untuk ragam-1 lebih susah sebab berkaitan dengan genetika, tapi untuk ragam-2 masih dapat diupayakan.

Pencegahan Diabetes Melitus

Pada dasarnya, upaya pencegahan diabet lebih dipusatkan menjaga kadar gula di dalam darah agar konsisten normal. Memang untuk penyakit ini Anda mesti bisa mencegahnya sedini mungkin, mengingat penyakit ini memerlukan perawatan seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan.

Kenaikan gula darah pada diabetes jenis-2 hakekatnya berawal dari adanya resistensi insulin yang menyebabkan hormon insulin tak bisa diterapkan secara optimal oleh sel-sel di dalam tubuh. Walaupun hormon ini bertugas menolong sel meresap gula darah dan mengubahnya menjadi energi.

Perlu diketahui bahwa 9 dari kasus diabetes tipe-2 ini sesungguhnya masih bisa dihindari dengan upaya pencegahan sederhana terkait perubahan gaya hidup. Dengan pola hidup yang sehat, maka terjadi peningkatan sensitivitas sel-sel tubuh kepada insulin sehingga menurunkan resiko resistensi insulin. Untuk lebih jelasnya, berikut ini ialah sebagian upaya pencegahan diabetes melitus yang perlu dilaksanakan:

Menjaga Berat Badan Tepat

Salah satu elemen utama yang menjadi penyebab diabetes melitus yaitu obesitas. Kelebihan berat badan dapat mengganggu kinerja sel-sel di dalam tubuh sehingga tidak mampu menanggapi insulin dengan baik. Kesudahannya, terjadi resistensi insulin dan berujung pada diabet.

Untuk mencegah resiko hal yang demikian, Anda mesti menjaga berat badan yang pas. Malah, dengan menurunkan berat badan dapat mencegah resiko diabetes hingga 58%. Untuk mengetahui berat badan tepat Anda dapat mencari tahu melalui Indeks Massa Tubuh (IMT).

Mengkonsumsi Makanan dengan Nutrisi Setara

Salah satu sistem efektif untuk mencegah diabetes melitus merupakan dengan mengatur asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi seimbang, seperti karbohidrat, protein, lemak baik, serat, vitamin, serta mineral.

Makanan yang sebaiknya dihindari merupakan makanan tinggi lemak jenuh, makanan dan minuman kemasan, serta makanan tinggi karbohidrat simpel seperti jajanan manis. Anda bisa mengonsumsi makanan yang tinggi serat, buah dan sayuran serta sumber lemak bagus.

Memperhatikan Asupan Gula dan Karbohidrat

Konsumsi makanan manis yang tinggi gula secara berlebihan akan memunculkan keadaan sulit metabolisme di dalam tubuh. Selain itu, juga dapat mengganggu proses produksi insulin serta memicu terjadinya obesitas dan diabetes melitus.

Menjaga Porsi Makan

Makan dalam porsi yang besar akan membikin Anda mengonsumsi lebih banyak kalori sehingga meningkatkan resiko obesitas dan diabetes. Sebaiknya, menjaga porsi makan dalam jumlah yang tidak berlebihan untuk mencegah resiko yang tak diharapkan.

Memperbanyak Aktivitas Jasmaniah dan Olahraga

Akan lebih menyehatkan jika Anda memperbanyak kesibukan lahiriah daripada cuma berdiam diri dan terbaring terlalu lama. Kegiatan fisik dan olahraga secara teratur akan membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga meningkatkan tanggapan sel tubuh kepada insulin.

Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok terbukti mempunyai andil kepada resiko diabetes. Perokok aktif diketahui memiliki resiko diabetes 44% lebih tinggi seandainya dibandingkan dengan yang bukan perokok. Sementara untuk perokok yang menghabiskan 20 batang sehari, lebih beresiko diabetes hingga 61%.

Memegang Konsumsi Makanan Manis

Mengonsumsi makanan manis acap kali dibuat pelampiasan saat menghadapi stres. Melainkan, hal itu justru akan meningkatkan resiko diabetes sehingga Anda wajib memegangnya. Ketimbang mengonsumsi makanan manis, Anda bisa melakukan kegiatan yang disukai.

Banyak Minum Air Putih

Banyak minum air putih bisa menjadi salah satu sistem yang cukup tepat sasaran untuk mencegah resiko diabetes. Selain ini dikarenakan asupan cairan akan membantu meningkatkan kemampuan sel-sel tubuh dalam merespons insulin.

Konsumsi Suplemen Mineral

Konsumsi suplemen mineral yang mengandung kromium dan magnesium mampu meningkatkan sensitivitas insulin. Kromium berperan dalam proses metabolisme lemak dan karbohidrat serta magnesium berperan sebagai reseptor jaringan dalam penyerapan gula.

Makanan Penurun Gula Darah

Naiknya kadar gula darah tentu tak boleh disepelekan dan mesti dilaksanakan upaya yang paling tepat sasaran untuk membantu menurunkannya.

Kecuali mengonsumsi obat untuk menurunkan gula darah yang diresepkan dokter, ada beberapa variasi makanan yang dipercaya kapabel menurunkan gula darah, merupakan:

Buah-buahan

Buah-buahan dikenal mengandung indeks glikemik yang rendah. Kecuali itu, buah-buahan juga kaya akan kandungan serat dan air yang sanggup menyeimbangkan gula natural. Sedangkan manfaatnya semakin optimal sebaiknya mengkonsumsi buah secara seketika bukan dijadikan menjadi jus.

Ubi Jalar

Sama seperti buah, kandungan indeks glikemik pada ubi jalar juga rendah serta mengandung banyak serat. Tidak belum ada bukti ubi jalar sanggup menstabilkan gula darah, namun kandungan nutrisi dan serat pada makanan ini amat baik untuk kesehatan.

Roti Gandum

Kandungan serat di dalam roti gandum sanggup menolong memperlambat pencernaan sehingga cukup tepat sasaran untuk membantu menstabilkan kadar gula di dalam darah.

Oatmeal

Oatmeal mengandung B-glukan yang berperan dalam menjaga kontrol glikemik. Konsumsi oatmeal kapabel meningkatkan sensitivitas insulin serta mengurangi kandungan lemak atau lipid di dalam darah.

Kacang-kacangan

Kandungan serat di dalam kacang-kacangan cukup tinggi, demikian juga dengan kandungan lemak tidak jenuh, flavonoid, vitamin, kalium dan magnesiumnya. Salah satu manfaat kacang-kacangan ini merupakan membantu mengatur gula darah.

Bawang Putih

Kandungan zat dan senyawa di dalam bawang putih dikenal sanggup menurunkan kadar gula darah dengan sistem meningkatkan sensitivitas serta sekresi insulin. Tak heran, jikalau bawang putih kerap dianggap sebagai obat alami diabetes yang khasiatnya cukup tepat sasaran.

Obat Diabetes

Selain mengonsumsi obat penurun kadar gula darah yang sudah diresepkan oleh dokter, ada sebagian variasi obat alami yang bisa dimanfaatkan untuk membantu menstabilkan kadar gula darah. Obat alami tersebut antara lain adalah:

Kunyit

Kunyit bukan cuma berkhasiat sebagai bumbu dapur saja tetapi juga membantu mengatasi diabetes melitus secara alami. Dengan mengkonsumsi kunyit, kadar gula darah penderita diabetes dapat menurun hingga 18%.

Malahan, konsumsi ekstrak kunyit 1,5 gram tiap hari selama 9 bulan cakap mencegah perkembangan diabetes jenis-2 pada mereka yang mengalami prediabetes sebelumnya. Selain itu, kunyit juga mampu mencegah resiko terjadinya komplikasi diabetes melitus.

Kayu Manis

Kayu manis bisa diciptakan sebagai obat natural untuk mengatasi diabetes. Rempah ini mampu menurunkan tingkat resistensi insulin serta menurunkan kadar gula darah. Selain itu, kayu manis juga efektif meningkatkan metabolisme glukosa.

Ginseng

Tanaman herbal ini mengandung senyawa alami yang ternyata tepat sasaran untuk menolong penyerapan glukosa sehingga mencegah terjadinya lonjakan kenaikan gula darah di dalam tubuh.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kandungan zat dan senyawa di dalam tanaman ginseng mampu memegang kadar gula darah secara efektif. Oleh karena itu, konsumsi ginseng bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif natural untuk mengatasi diabetes.

Selain menjalankan pencegahan, ada sebagian olahraga yang baik untuk menurunkan gula darah.  jalan kencang, senam diabetes, senam kaki diabetes, yoga, bersepeda, latihan angkat bobot, dan berenang. Frekuensi yang dianjurkan merupakan 5 kali seminggu dan durasi 30 menit per hari.

Exit mobile version